Dua Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polres Majalengka

Majalengka l Mediasaberpungli.com –  Satreskrim Polres Majalengka, membekuk dua pengedar uang palsu dengan modus operandi uang tersebut digunakan untuk membeli rokok di warung.

Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi, mengatakan, bahwa dua pengedar uang palsu itu berasal dari Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat,.

Bacaan Lainnya

“Dua pengedar uang palsu itu, masing-masing berinisial AP dan YD. Keduanya tertangkap tangan oleh pedagang dan warga setelah membeli rokok menggunakan uang palsu,” kata Edwin, Senin (29/8/2022) di Majalengka.

Keduanya, kata Edwin  memang sudah merencanakan untuk mengedarkan uang palsu dengan modus membeli barang, terutama rokok saat singgah di warung, agar mendapatkan pengembalian uang asli.

Aksinya, sudah dilakukan oleh kedua tersangka di Kabupaten Majalengka dan Sumedang dengan modus serupa.

“Kedua tersangka mengedarkan uang palsu di wilayah Kabupaten Majalengka dan Sumedang dengan modus sama, yakni digunakan untuk membeli rokok di beberapa warung atau toko,” kata Edwin.

Saat ditangkap warga, kedua tersangka kedapatan membawa sebanyak 16 bungkus rokok dan uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak lima lembar.

“Selain itu, petugas menyita uang asli sebesar Rp1,2 juta dari hasil pengembalian uang palsu yang digunakan untuk membeli rokok di toko atau di warung,” kata Edwin.

Kedua tersangka, kata Edwin, mendapatkan uang palsu dari K yang sekarang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Dan yang bersangkutan merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Dari dua tersangka, lanjut Edwin, pihaknya menyita barang bukti berupa lima lembar uang palsu pecahan 100 ribu, 16 bungkus rokok, uang pengembalian sebesar Rp1,2 juta, sepeda motor, dan beberapa barang bukti lainnya.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 26 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 Jo Pasal 36 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun kurungan penjara dan denda Rp10 miliar,” tutup Edwin. (Caswila)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *