Ini Kriteria Menetapkan Daerah Tergolong PPKM Level 1, 2, 3 atau Level 4

  • Whatsapp

Mojokerto l Mediasaberpungli.com – Pada mulanya dikenal istilah yang dipakai adalah PPKM Darurat. Kemudian diubah digunakan istilah baru sesuai arahan Presiden menjadi PPKM Level 4. Kemudian dijelaskan nanti ada Level 1 – 4.

Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah PPKM Darurat untuk menetapkan status daerah terkait kondisi covid-19.

Read More

Istilah PPKM Darurat sudah diganti penyebutannya dengan PPKM Level 1, 2, 3 dan 4.

Penetapan levelnya tergantung dari kasus covid-19 di daerah terkait.

Dengan menerapkan PPKM Level 1 hingga 4 ini, masyarakat diperbolehkan beraktifitas.

Tetapi tetap mengacu pada level yang telah ditetapkan.

Dalam PPKM Level ini, untuk yang kasus terparah menggungakan PPKM Level 4.

Demikian seterusnya hingga level 1 dengan kasus covid-19 skala rendah.

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Koordinator PPKM Level 4 Jawa Bali, menjelaskan terkait PPKM Level ini sudah dituangkan dalam instruksi Mendagri 22 tahun 2021. (20/7/2021).

Dalam Inmendagri tersebut diatur mengenai PPKM level 1 sampai level 4.

“Level 4 yang paling tinggi yang seperti sekarang kita sedang menjalani,” katanya.

Sementara itu sejalan dengan Inmendagri Nomor 22 Tahun 2021, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu telah mengatakan bahwa istilah berdasarkan asesmen level ini mengacu pada pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan pada 2020 lalu.

Dalam pedoman tersebut, disebutkan bahwa level krisis suatu daerah dapat dilihat dari dua faktor. Pertama adalah laju penularan, dan yang kedua adalah respons atau kesiapan suatu wilayah,

Setidaknya, ada empat level penilaian suatu kasus Covid-19 di suatu daerah berdasarkan indikator WHO. Berikut selengkapnya :

– Level 1 (Insiden Rendah)

Pada level ini, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 kurang dari 20 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit kurang dari lima orang per 100 ribu penduduk. Lalu, angka kematian kurang dari satu orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

– Level 2 (Insiden Sedang)

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 20 dan kurang dari 50 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit antara lima dan kurang dari 10 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 kurang dari dua orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

– Level 3 (Insiden Tinggi)

Pada level ini, angka kasus konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit 10-30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Angka kematian akibat Covid-19 antara dua sampai lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

– Level 4 (Insiden Sangat Tinggi)

Angka kasus konfirmasi positif Covid-19 lebih dari 150 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Kejadian rawat inap di rumah sakit lebih dari 30 orang per 100 ribu penduduk per minggu. Serta, angka kematian akibat Covid-19 lebih dari lima orang per 100 ribu penduduk di daerah tersebut. (Tim Sembilan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *