Lowongan Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Sepi Peminat Komitmen No Jual Beli Jabatan Diragukan

  • Whatsapp

Mojokerto l Mediasaberpungli.comĀ  – Pengumuman tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Melalui Seleksi Terbuka telah dilakukan Panitia Seleksi per tanggal 7 Juni 2021 melalui website resmi Pemerintah Kabupaten Mojokerto.

Pengumuman Nomor : 800/23/PANSEL.MJK/VI/2021 itu dijelaskan bahwa yang diisi adalah jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto dan persyaratan pendaftaran pelamar antara lain:

Read More

1. Usia maksimal 56 Tahun per 30 September 2021.
2. Golongan paling rendah pangkat Pembina Tingkat I Golongan ruang IVb.
3.Tingkat pendidikan paling rendah S1 atau D IV.
4. Memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait jabatan yang akan diduduki secara kumulatif paling kurang 5 (lima) tahun.

Pendaftaran mulai tanggal 9 Juni 2021 sampai dengan 15 Juni 2021.

Pengumuman tersebut diatas ditandatangani oleh Ketua Panitia Seleksi Dr. Himawan Estu Bagijo, SH., M.H. yang tak lain adalah Plt. Sekdakab Mojokerto.

Oleh karena sampai batas akhir pendaftaran tak ada seorangpun pendaftar, maka dilakukan perpanjangan pendaftaran.

Melalui pengumuman nomor : 800/24/PANSEL.MJK/VI/2021 tertanggal 15 Juni 2021 tentang Perpanjangan Pengumuman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Melalui Seleksi Terbuka.

Pendaftaran diperpanjang selama 3 (tiga) hari tanggal 16 Juni 2021 samapai dengan tanggal 18 Juni 2021. Namun tetap saja, sampai akhir masa pendaftaran sepi peminat tak seorangpun yang mendaftarkan diri.

Kenyataan tersebut merupakan fenomena yang aneh dan gak logika.

Mestinya ramai pendaftar. Karena Bupati Ikfina dan Wabup AlBarra telah berjanji dalam masa kampanyenya dulu, bahwa Tidak ada Jual Beli Jabatan lagi jika terpilih menjadi Bupati dan Wabup. Atau dikenal dan populer no jual beli jabatan.

Pengisian kekosongan jabatan akan dilakukan obyektif, transparan, gratis, berdasarkan kemampuan dan kompetensinya, jujur, adil dan no jual beli jabatan serta diuji oleh tim independen dari PT.

Tetapi anehnya malah sepi pendaftar dan gak diminati.

Awak media ini mencoba mencari jawaban mengapa kok sepi pendaftar atau gak diminati.

Salah seorang tokoh masyarakat Mojokerto sebut saja inisialnya K menjawab melalui HPnya.

” Ya sepi pendaftar karena masih ada tawaran Wani piro? “, katanya.

Lanjutnya, no jual beli jabatan itu hanya pada permukaannya. Tetai yang tersirat masih ada jual beli jabatan dengan pertanyaan Wani piro ? Jadi no jual beli jabatan itu diragukan.

Tokoh yang lain sebut saja AT mengatakan : ” Ya karena pendaftar ragu. Kan ada dua kekuatan di kabupaten Mojokerto. Kekuatan di belakang Ikfina dan kekuatan dibelakang AlBarraa. Jadi M1 dan M2 saat ini kan tidak kompak alias jalan sendiri-sendiri atau pecah”.

Kedepan kata Himawan sang Ketua Pansel akan menggukan cara melalui jalur undangan.

Padahal sebelumnya ada beberapa pejabat yang menjadi pembicaraan di pemkab karena dijagokan mendaftar sebagai calon Sekdakab.

Para pejabat itu adalah Didik Chusnul Yakin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, kemudian Mieke Juli Astuti (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/BPKAD), Abdulloh Muchtar (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu/DPMPTSP) dan Bambang Purwanto (Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/PUPR). (Tim Sembilan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *