Mengenal Apa Sektor Esensial Sektor Kritikal WFO Dan WFH Terkait PPKM Darurat

  • Whatsapp

Mojokerto l Mediasaberpungli.com – Sejak diberlakukannya masa PPKM Darurat (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat tanggal 3 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 dan sekarang diperpanjang sampai dengan hari Minggu tanggal 25 Juli 2021.

Masyarakat banyak yang belum mengenal atau mengetahui apa itu WFH, WFO, Sektor Esensial dan sektor Kritikal.

Read More

Untuk mengetahuinya dapat dilihat pada Instruksi Menteri Dalam Negeri atau Inmendagri NOMOR 15 TAHUN 2021
TENTANG PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT DARURAT CORONA VIRUS DISEASE 2019 DI WILAYAH JAWA DAN BALI.

Pada diktum Ketiga Inmendagri tersebut di bawah ini, dapat diketahui atau dikenal istilah-istilah sektor esensial, sektor kritikal, WFH dan WFO.

KETIGA : PPKM Darurat COVID-19 pada Kabupaten dan Kota di wilayah Jawa dan Bali dengan kriteria level 3
(tiga) dan level 4 (empat) sebagaimana dimaksud pada Diktum KESATU dilakukan dengan menerapkan kegiatan sebagai berikut:
a. pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (Sekolah,Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan/Pelatihan dilakukan secara daring/online;
b. pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100% (seratus persen) Work From Home (WFH);
c. pelaksanaan kegiatan pada sektor:
1) esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, industri orientasi ekspor diberlakukan 50% (lima puluh persen) maksimal staf Work From
Office (WFO) dengan protokol kesehatan
secara ketat;
2) esensial pada sektor pemerintahan yang
memberikan pelayanan publik yang tidak
bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan
25% (dua puluh lima persen) maksimal staf
WFO dengan protokol kesehatan secara
ketat;
3) kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan,
logistik dan transportasi, industri makanan
dan minuman serta penunjangnya,
petrokimia, semen, objek vital nasional,
penanganan bencana, proyek strategis
nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik
dan air), serta industri pemenuhan
kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari
diberlakukan 100% (seratus persen)
maksimal staf Work From Office (WFO)
dengan protokol kesehatan secara ketat;
4) untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam
operasional sampai pukul 20.00 waktu
setempat dengan kapasitas pengunjung 50%
(lima puluh persen); dan
5) untuk apotik dan toko obat dapat buka
selama 24 jam,
d. pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat
umum (warung makan, rumah makan, kafe,
pedagang kaki lima, lapak jajanan) baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan ditempat (dine-in);
e. kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses
untuk restoran, supermarket, dan pasar
swalayan dapat diperbolehkan dengan
memperhatikan ketentuan pada diktum

KETIGA
poin c.3 dan d;
f. pelaksanaan kegiatan konstruksi (tempat
konstruksi dan lokasi proyek) beroperasi 100% (seratus persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
g. tempat ibadah (Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara dan Klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) ditutup sementara;
h. fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya)
ditutup sementara;
i. kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial
kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) ditutup sementara;
j. transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat;
k. resepsi pernikahan dihadiri maksimal 30 (tiga puluh) orang dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan tidak menerapkan makan ditempat resepsi,
penyediaan makanan hanya diperbolehkan
dalam tempat tertutup dan untuk dibawa
pulang;
l. pelaku perjalanan domestik yang menggunakan mobil pribadi, sepeda motor dan transportasi umum jarak jauh (pesawat udara, bis, kapal laut dan kereta api) harus:
1) menunjukkan kartu vaksin (minimal
vaksinasi dosis pertama);
2) menunjukkan PCR H-2 untuk pesawat udaraserta Antigen (H-1) untuk moda transportasi mobil pribadi, sepeda motor, bis, kereta api dan kapal laut;
3) ketentuan sebagaimana dimaksud pada
angka 1) dan angka 2) hanya berlaku untuk
kedatangan dan keberangkatan dari dan ke
Jawa dan Bali serta tidak berlaku untuk
transportasi dalam wilayah aglomerasi
sebagai contoh untuk wilayah Jabodetabek;
dan
4) untuk sopir kendaraan logistik dan
transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.
m. tetap memakai masker dengan benar dan konsisten saat melaksanakan kegiatan diluar rumah serta tidak diizinkan penggunaan face shield tanpa menggunakan masker; dan
n. pelaksanaan PPKM Mikro di RT/RW Zona Merah tetap diberlakukan.

Sektor Esensial diantaranya keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19 dan industri orientasi ekspor.

Sektor Esensial bidang pemerintahan berupa yang memberikan pelayanan publik.

Sektor Kritikal antara lain bidang eneregi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjang nya, petrokimia, semen, obyek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

WFO kepanjangan dari Work From Office yang artinya Bekerja di rumah.

Dan WFH kepanjangan dari Work From Home yang artinya bekerja di kantor. (Tim Sembilan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *