Menyoal Lowongan Jabatan Sekdakab Mojokerto Sepi Pendaftar karena Ada Intimidasi

  • Whatsapp

Mojokerto l Mediasaberpungli.com – Dua kali sudah Penitia Seleksi Terbuka (Selter) Pengisiaan Jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten ( Sekdakab) Mojokerto membuka pendaftaran melalui Pengumuman Nomor : 800/23/PANSEL.MJK/VI/2021 tertanggal 7 Juni 2021 masa pendaftaran 9 Juni 2021 sampai dengan 15 Juni 2021 dan Pengumuman Melalui pengumuman nomor : 800/24/PANSEL.MJK/VI/2021 tertanggal 15 Juni 2021 tentang Perpanjangan Pengumuman Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Melalui Seleksi Terbuka. Masa pendaratan tanggal 16 Juni 2021 sampai dengan 18 Juni 2021.

Masa pendaftaran pertama diatas tidak ada satupun pendaftar atau sepi pendaftar begitu pula masa pendaftaran kedua ( perpanjangan) juga tak ada seorang pendaftarpun.

Read More

Kondisi semacam ini tentu menjadi persoalan. Terjadi anomali. Karena logikanya pendaftar membludak. Sebab Bupati yang baru Ikfina juga Wabup yang baru Muhammad AlBarra telah menyuarakan dengan lantang bahwa pada masa jabatannya No Jual Beli Jabatan. Atau dengan kata lain Pengisian Jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto tidak dipungut biaya, tidak ada suap dan juga tidak ada pungli alias gratis.

Selter akan dilakukan oleh lembaga independen, obyektif, transparan berdasar kepada prestasi, kemampuan, kompetensi, integritas, kepandaian dan kecerdasan.

Ditemui awak media ini seorang pemerhati pemerintahan di kabupaten Mojokerto yang mewanti-wanti jangan sebut namanya, yang punya inisial SKN mengatakan : ” Lowongan jabatan Sekdakab Mojokerto tidak ada pendaftar seorangpun karena ada intimidasi kepada mereka yang akan mendaftar. Begitu analisa saya “.

” Intimidasi dari orang kuat diluar pemkab mengatakan Jengan daftar, kalau kamu daftar habis kamu. Ini yang membuat calon pendaftar mengurungkan niatnya sebab takut “, sambung SKN.

” Tujuannya adalah biar tidak ada pendaftar. Sehingga persyaratannya bisa dilonggarkan. Misalnya setiap aselon II boleh mendaftar. Sehingga jago orang kuat itu bisa mendaftar “, masih kata SKN.

Berbeda dengan SKN, pemerhati yang lain AT mengatakan : ” Gak benar ah kalau penyebabnya adalah adanya intimidasi. Sebab kalau itu benar berarti para kepala OPD yang memenuhi persyaratan batal daftar karena ada intimidasi itu artinya para kepala OPD itu bodoh. Di pemkab gak ada lain bahwa yang punya kekuatan dan kekuasan hanyalah Bupati dan Wakilnya saja. Kalau Bupati bentuk panitia selter kemudian dibuka pendaftaran ya sudah itu yang benar dan daftar saja “.

” Atau bisa jadi para eselon II belum menerima komando meminta agar daftar dari orang kuat diluar Pemerintah Kabupaten Mojokerto tapi memiliki pengaruh yang besar. Jadi daftarnya tunggu komando dulu “, lanjut SKN.

” Juga kemungkinan karena Bupati kurang piawai dalam melakukan sosialisasi, motivasi, stimulasi, pembinaan dan dorongan kepada para eselon II yang memenuhi syarat untuk mendaftar. Atau mungkin juga mereka tidak daftar karena gak suka dengan Bupati dan Wakilnya “, kata SKN mengakhiri komentarnya.

Perlu diketahui saat ini di Pemkab Mojokerto ada 5 Jabatan Camat yang lowong sehingga perlu diisi. Yaitu Camat Ngoro, Gondang, Jatirejo, Gedeg dan Jetis. Juga ada 5 pula jabatan Kepala OPD yang lowong yaitu Kepala OPD Disperindag, Koperasi dan UKM, Perpustakaan, BPBD dan DPMD. Belum lagi jabatan di eselon III juga banyak yang lowong. Ini bisa jadi membuat jalannya pemerintahan tidak baik.

Sementara wartawan menghubungi Wabup Barra via WA japri menanyakan problema tersebut. Wabup tidak bersedia berkomentar karena tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi.

” Setahun saya mereka tidak mau mendaftar karena sungkan saja “, kata Wabup. (27/7/2021).

Senada dengan Wabup, Himawan juga tidak bersedia memberikan komentarnya karena dia sebagai panitia selter.

Terkait kelanjutan pengisian lowongan jabatan Sekdakab Mojokerto, Himawan mengatakan : ” Akan mengembalikan Mandat Panitia selter kepada pemberi mandat Ibu Bupati Mojokerto “. (27/7/2021).

Wartawan media ini sempat menanyakan kepada lima pejabat eselon II yang memenuhi syarat melalui WA. Mengapa tidak mendaftar ? Ada peluang baik meningkatkan prestasi dan dijamin tidak bayar dan tidak ada suap, obyektif dan transparan. (28/7/2021).

Seorang menjawab masih banyak yang senior. Seorang lagi menjawab tidak ada minat. Satunya lagi jawabannya menghindar. Yang lain menjawab dengan isyarat emogi no comment. Dan seorang lagi diam seribu bahasa.

Yang mengejutkan senior LSM Mojokerto URP dihubungi via Telpon WA dengan lugas dan lantang menjawab dengan mengatakan : ” Wah itu ada hantu yang nakuti dengan tanya Berani berapa? “.

” Bupati Ikfina dan Wabup Barra takut dan gak berani sama “hantu” itu “, tegas URP.

Ditanya apa ya pak ? ” Ya money “, jawab URP. (30/7/2021).

Masih kata URP, terhadap persoalan tersebut saya sudah bersurat ke KPK, Menpan dan ARB serta Mendagri.

Bupati Ikfina diminta komentarnya melalui stafnya. Rupanya belum bersedia memberikan komentarnya. (Tim Sembilan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *