Motor Hilang di Pringsewu, Diduga Suami Korban Ketua KPU Pringsewu

Pringsewu, Saberpungli.com

Sebuah sepeda motor Honda Beat berwarna merah dengan nomor polisi BE 6399 UF dilaporkan hilang dari sebuah rumah kontrakan di Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, pada Jumat, 24 Mei 2024, sekitar pukul 04.30 WIB. Partina Ningrum, pemilik motor, menyatakan bahwa motor tersebut diparkir di dapur rumah kontrakan dengan kunci yang masih menempel. Selasa 4-6-2024

Bacaan Lainnya

“Saat bangun tidur pada dini hari, saya mendapati sepeda motor sudah tidak ada di tempatnya,” ujar Partina. Bersama suaminya, Sofian, mereka mencoba mencari keberadaan sepeda motor di sekitar kontrakan, namun tidak berhasil menemukan. Keduanya kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Pringsewu Kota.

Pemilik kontrakan, yang tidak disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa pasangan suami istri tersebut memang menyewa rumahnya. “Saya baru tahu bahwa motor mereka hilang saat melihat mobil patroli datang untuk melakukan penyelidikan. Tidak ada tanda-tanda kerusakan pada jendela maupun pintu rumah,” katanya. Pemilik juga menyatakan kebingungannya atas bagaimana motor tersebut bisa hilang.

 

Ketika tim media bertanya tentang suami Partina, pemilik kontrakan mengatakan, “Kami jarang bertemu karena dia selalu datang malam dan memakai masker. Baru tahu dari polisi bahwa suaminya adalah Sofian, Ketua KPU Pringsewu, dan informasi dari mereka bahwa pasangan ini baru menikah siri. Kemungkinan istri simpanannya.”

Tim media kemudian mengonfirmasi Sofian untuk menanyakan kebenaran laporan tersebut. Dalam tanggapan melalui pesan WhatsApp, Sofian membantah terlibat dalam kasus kehilangan motor itu. “Saya sudah bantu baik-baik ke teman-teman Wartawan. Saya tidak terlibat dalam kehilangan motor itu. Mudah-mudahan motornya ketemu. Apapun, saya tetap usahakan bantu abang selama saya masih di KPU,” ujarnya.

Berbeda keterangan, Kanit Reskrim Polsek Pringsewu Kota, IPDA Defri, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini, namun pelapor dan saksi pelapor sangat sulit untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

IPDA Defri menambahkan bahwa Sofian, Ketua KPU Pringsewu, sangat sulit untuk dimintai keterangan. “Kami mempertanyakan ada apa di balik laporan ini,” tegasnya. Kejadian ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat Pringsewu terkait keterlibatan Ketua KPU tersebut dalam kasus ini.

Dengan adanya laporan ini, pihak kepolisian berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barangnya, terutama kendaraan bermotor, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku di balik kasus pencurian ini.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *