Pemkab Majalengka Apresiasi Kades ‘Sultan’ Antirentenir

Kades Kawunghilir, Cigasong, Yosa Novita. (Foto: Istimewa)

Majalengka l Mediasaberpungli.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi terobosan Kepala Desa (Kades) Kawunghilir, Cigasong, Yosa Novita.

Sebab Yosa bisa menumpas praktik rentenir atau ‘bank emok’ di desanya.

Bacaan Lainnya

Minggatnya rentenir dari Kawunghilir, berkat program pinjaman uang Rp 200 juta tanpa bunga bagi warga setempat.

Uang sebanyak itu Yosa siapkan dari kantong pribadinya.

Sekda Kabupaten Majalengka Eman Suherman, mengatakan bahwa program tersebut, sengaja digulirkan untuk memerangi praktik rentenir.

Sebab, bunga pinjaman rentenir akan sangat mencekik warga yang meminjam uang.

Jika masyarakat meminjam kepada rentenir, nasabah akan dikenakan bunga sebesar 1 persen per hari atau 30 persen jika dalam sebulan.

“Saya sangat mengapresiasi program tersebut. Karena bunga pinjaman rentenir ini hampir 30 persen (per bulan) bunganya yah. Ini kan merusak kesehatan ekonomi keluarga,” kata Eman Suherman, Rabu (10/8/2022) di Majalengka.

Keseriusan Kades Yosa dalam memerangi praktik rentenir, kata Eman, cukup cerdik.

“Yosa berhasil ‘mengusir’ tanpa tindakan represif. Namun, Yosa berhasil mengusir rentenir secara perlahan,” kata Eman.

Yosa ini, menurut Eman, luar biasa jiwa sosialnya.

“Ibu Yosa berani memberikan pinjaman dari kantong pribadinya hanya untuk mengusir ‘bank emok’ secara perlahan,” kata Eman.

Meski begitu, Eman menyarankan program tersebut alangkah lebih baiknya dicanangkan untuk program BUMDeS di desa setempat.

Mengingat, jabatan Yosa adalah Kepala Desa.

“Tugas kepala desa itu secara umum ada tiga, menyelenggarakan urusan pemerintahan, melaksanakan urusan pembangunan dan pemberdayaan, terutama dalam masalah ekonomi, sosial, dan budaya,” kata Eman.

“Seharusnya menurut aturan kalau berbicara ekonomi, harusnya disimpan di BUMDeS, biar masyarakat minjam ke BUMDeS. Tapi pada intinya spontanitas dan kebesaran jiwa sosial Ibu Yosa ini luar biasa,” imbuh Eman.

Sementara itu, meski di Majalengka ada Kades yang mempunyai gebrakan antirentenir, Eman tidak mengetahui seberapa besar dampak rentenir di ‘Kota Angin’.

“Saya tidak begitu tahu dampaknya, tapi seringkali saya mendengar keluh masyarakat. Masyarakat itu resah hadirnya ‘bank emok’ ini,” kata Eman.

Eman berharap, warga tidak terjerumus dalam perangkap lintah darat atau rentenir.

Sehingga ia menyarankan warga meminjam ke bank profesional jika membutuhkan pinjaman.

“Banyak fasilitas yang pemerintah sudah berikan, jangan merasa malas ngurus administrasi. Misal, untuk modal usaha pakailah pinjaman KUR yang tidak ada jaminannya, pinjamnya bisa lebih besar, tapi kan bunganya sedikit banget, hanya 7-9 persen,” kata Eman. (Caswila)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.