Proyek Pengerjaan LAPEN Jalan Gabus oleh CV Sakura, Terkesan Asal Jadi

Pangkalpinang l Mediasaberpungli.com – Proses Pengerjaan Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN) pada pembangunan jalan Gabus Kelurahan kacang pedang Rancangan Anggaran Biaya(RAB) dan terkesan asal – asalan, Minggu ( 10/12/2023).

Bacaan Lainnya

Pasalnya proyek pengerjaan LAPEN jalan Gabus yang memakai dana APBD Kota Pangkalpinang TA. 2023, senilai Rp.199.600.000.- ( Seratus sembilan puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah), yang dilakukan oleh CV.Sakura, sebagai pelaksana proyek dengan nomor kontrak 22/SPMK/PUPR-BM/APBDP/PL/2023 Tanggal 1 November 2023, kembali mengalami kerusakan.

Selanjutnya, Media ini berupaya menghubungi Bambang selaku Kontraktor CV.Sakura (10/12) pukul 14.18, guna meminta konfirmasi terkait pengerjaan proyek tersebut, namun sampai saat ini belum memberikan jawaban.

Terkait hal itu,” Iwan Setiawan Wakil Ketua Ormas Laskar merah putih Indonesia Mada Provinsi Bangka belitung menyoroti hasil pengerjaan proyek tersebut.

Menurut Iwan kepada media ini, (10/12), “Pengerjaan tersebut belum dibuat adanya bandar siring dan penimbunan tanah puru dilakukan pengaspalan, semestinya harus ada penahanan aspal dan batu agregat agar permukaan jalan rata, Bukan seperti jalan ini yang permukaannya bergelombang dan bahu jalan tidak rata dari ketebalannya, ada yang tebal dan tipis,” kata Iwan.

Wakil Ketua Ormas LMPI Mada Babel itu meminta kepada pihak Dinas terkait yakni PUPR Kota Pangkalpinang supaya melakukan investigasi atau pengecekan kembali ke lokasi guna melihat hasil dari pengerjaan pembangunan jalan gabus tersebut.

“Pihak kontraktor CV. Sakura,
semestinya waktu pengerjaan supaya memantau dan mengawasi pekerjaan yang mereka anggarkan supaya anggaran pemerintah belanjakan untuk proyek tersebut tidak terbuang Sia-sia,” sambung Iwan.

Sebagai anggota Organisasi Masyarakat(Ormas)yang Markas Cabang Kota Pangkalpinang di dekat lokasi proyek tersebut, dimana tidak jauh dari pengerjaan proyek yang diduga asal-aslan, jangan sampai warga sekitar timbulkan stigma negatip terhadap Ormas LMPI.

” Kami tidak mau masyarakat beranggapan negatip seolah – olah kami dari Ormas tutup mata terkait i hasil pengerjaan proyek jalan yang terkesan asal – asalan dan tidak sesuai Spesifikasi,” Tandasnya

“Maka kami selaku pengurus ormas publikasikan ke pemberitaan Proyek tersebut agar masyarakat sekitar tidak beranggapan negatip terhadap kami,” imbuh Iwan.

Iwan berharap khususnya kepada perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut agar dikerjakan dengan aturan spesifikasi yang sudah ditentukan, karena pengerjaan me menyangkut fasilitas umum.

“Jangan hanya untuk meraup keuntungan besar dari pekerjaan ini sehingga mutu dari pekerjaan ini sama sekali diabaikan, Seluruh masyarakat berharap pemerintah bertindak tegas terhadap kontraktor nakal,” pintanya

“Setiap Pekerjaan yang menggunakan Anggaran Negara (APBD) seharusnya pengawasan untuk mengawasi pekerjaan tersebut agar tidak asal-asalan. Kami berharap kepada pihak pelaksana proyek ini agar dapat dikerjakan sebaik mungkin dan dikerjakan sesuai RAB,” harapa Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang saat dikonfirmasi terkait masalah ini baik melalui pesan singkat Whatsapp maupun Handphone selularnya nomer 0812-7131-XXXX sampai berita ini tayang belum ada jawaban.

Menyoroti hal itu, Pihak Ormas LMPI merencanakan mendatangi Kantor PUPR Kota Pangkalpinang untuk berkoordinasi serta menanyakan terkait pengerjaan proyek tersebut.

“Kami selaku bagian dari masyarakat Ormas Laskar Merah Putih Indonesia dan mewakili seluruh pengurus menyayangkan,sebagai Kepala dinas PUPR yang baru dilantik sangat sulit untuk di ditemui dikantor dan dihubungi,” keluh Iwan.

Menurut Iwan Setiawan, pihaknya menyimpulkan bahwa dalam pengerjaan proyek jalan aspal berupa LAPEN menjadi tanda tanya besar atas sulitnya mengonfirmasi pihak-pihak terkait.

” Pihak-pihak terkait tidak bisa dihubungi terutama Kepala Dinas PUPR Kota Pangkalpinang. Bagaimana kami dan awak media mau mengonfirmasi jika ada temuan atau penyimpangan atas pekerjaan yang ada di Kota Pangkalpinang. Seharusnya sebagai Pejabat disalah satu Dinas Pemerintah ada kemudahan agar bisa dikonfirmasi,jika ada keluhan atas pengerjaan proyek yang seperti ini.
Kami menduga Kadis PUPR aagus Salim sengaja menghindar dari awak media, Ormas dan masyarakat,” tutup Iwan.

Selanjutnya jejaring media akan terus melakukan upaya – upaya konfirmasi kepihak- pihak terkait lainya, termasuk Pj Wali Kota Pangkalpinang dan Sekda Kota Pangkalpinang.

(Suprapto)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *