SE Bupati Mojokerto Terkait Salat Idul Adha 1442 H/2021 M di Masjid dan Tempat Umum Ditiadakan Tidak Efektif

  • Whatsapp

Mojokerto l Mediasaberpungli.com – Sebagaimana telah maklum. Bahwa Bupati Mojokerto dr. Hj. Ikfina Fatmawati, M.Si. pertanggal 14 Juli 2021 menerbitkan Surat Edaran terkait larangan atau ditiadakannya Shalat Idul Adha 1442 H/2021 M di Masjid dan Tempat Umum di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Surat Edaran SE Bupati Mojokerto itu nomor : 130/1997/426-013/2021 tentang Pemberlakukan PPKM Darurat Covid-19 Di Tempat Ibadat dan Petunjuk Pelaksanaan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha Dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H/2021 M di Kabupaten Mojokerto.

Read More

Namun pada kenyataannya, pantauan awak media ini SE Bupati Mojokerto itu tidak efektif. Beberapa Masjid di sepanjang jalan Raya Ngoro – Mojosari terpantau masih menyelenggarakan Shalat Idul Adha.

Masjid-masjid di desa Wates negoro, Manduro Manggung Gajah, Wonosari, Ngoro, Kembangsri, Jasem dan Sedati Kecamatan Ngoro tetap saja menyelenggarakan Shalat Idul Adha pagi Selasa, 20 Juli 2021 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1442 H.

Mengapa SE Bupati Mojokerto itu tidak efektif atau dengan kata lain tidak dihiraukan oleh masyarakat bawah?

Awak media ini sempat mewawancarai seorang tokoh kaliber kabupaten Mojokerto AF melalui telpon HP yang enggan disebut namanya.

” Ya menurut saya, masyarakat bawah sudah tidak percaya lagi dengan pemerintah. Mungkin karena kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah sehingga terkesan membingungkan “, katanya.

Lanjutnya tokoh itu mengatakan : ” Bagaimana ya mas, SE Bupati itu kan diteruskan oleh para Camat se-kabupaten Mojokerto setelah digelar Rakor oleh Bupati, kepada para Kepala Desa untuk ditindak lanjuti. Nah Kepala Desa yang kemudian meniadakan Shalat Idul Adha di masjid wilayah desanya dikatakan oleh masyarakatnya sebagai Sesungguhnya Kepala Desa itu temannya Iblis (Jawa : Pancene Lurah saiki bolone iblis) “.

” Atau bisa saja masyarakat sudah jenuh dan bosan selama dua tahun ini terus saja dihantui dengan Pandemi Covid-19. Diikat dengan prokes pakai masker, cuci tangan, dirumah saja, Kampung Tangguh, PPKM Mikro dan sekarang vaksinasi serta PPKM Darurat “, katanya.

Di masjid-masjid yang menyelenggarakan Shalat Idul Adha terpantau tak ada seorangpun Aparat Penegak Hukum (APH) terlihat ngepam atau berjaga disekitar masjid. Baik itu dari Polsek maupun Koramil.

Laporan dari teman-teman media di wilayah kecamatan Pungging, Mojosari, Bangsal keadaannya sama saja dengan masjid-masjid di wilayah kecamatan Ngoro. Informasinya mayoritas masjid-masjid di kabupaten Mojokerto tetap saja mengadakan Shalat Idul Adha. (Tim Sembilan)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *