Zanin Dalam Kandungan Meninggal Tidak Kunjung Dioperasi

  • Whatsapp

Mediasaberpungli.com l Labuhanbatu – Sumut

Minggu (19/07/2020) Saipul suami dari suherni warga Purwodadi C Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkeadilan masih sangat jauh dari kenyataan, nyawa seakan menjadi barang permainan seperti yang terjadi saat ini, di Rumah Sakit Umum Rantauprapat. Saat team media melakukan pantauan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Sabtu malam pukul 23.30.Wib.

Read More

Saat dikonfirmasi Syaiful mengatakan “Sudah dua malam belum ada dilakukan tindakan medis operasi cesar kepada Istri Saya. Padahal Istri Saya sangat membutuhkan tindakan medis Operasi Cesar segera,karena bayi dalam kandungannya yang diperkirakan berumur 9 bulan sudah meninggal dunia” Ujarnya.

Kemudian Syaiful mengatakan “Suherni istri saya masuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat pada hari Jum’at sore (17/07) sekitar Pukul 17.00 Wb, persyaratan untuk operasi seperti puasa sudah dilakukannya agar pada hari Sabtu (18/07) bisa dioperasi cesar, sesuai yang disarankan dokter.

Dan pada Hari Sabtu (18/07) sekitar pukul 19.00 Wib istri saya dibawa ke ruangan operasi untuk dilakukan operasi cesar, namun tiba-tiba operasi cesar dibatalkan, dan dengan gampangnya oleh pihak RSUD mengatakan, operasi cesar tidak jadi dilakukan karena tidak ada dokter Anestesi, sebab dokter anestesi sedang menangani pasien emergency” Jelasnya.

Lebih lanjut Syaiful mengatakan “Atas perlakuan dari RSUD Rantauprapat ini, Saya beserta seluruh keluarga merasa sangat kecewa sekali. Saya sudah persiapkan semua keperluan almarhum bayi saya, bahkan ambulance, makam sudah digali, keluarga sudah kumpul semua dirumah dan yang terpenting dari semuanya adalah tentang keselamatan nyawa istri Saya”, ujarnya dengan nada kesal.

Terkait batalnya operasi karena ketiadaan dokter Anestesi, awak media mengkonfirmasi kepada Zuraidah dan Naila perawat yang berdinas, mereka mengatakan “Benar Dokter Anestesi tidak ada sehingga operasi tidak jadi dilakukan” sebut kedua perawat ini.

Bahkan awak media sudah berulang kali menghubungi Dr.Syafril Direktur Rumah Sakit Umum Rantauprapat, akan tetapi beliau yang terhormat itu tidak mengangkat telepon genggamnya.

“Kejadian ini mungkin saja tidak akan dialami oleh Syaiful, andaikan dirinya masuk melalui pasien umum, hingga bisa menggunakan Rumah Sakit Swasta, dan sangat kita sayangkan Kabupaten Labuhanbatu yang kaya raya ini Rumah Sakit Umumnya terbatas memiliki dokter Anestesi, bang” Sebut salah seorang pengunjung RSUD yang tidak mau disebutkan identitasnya di pelataran parkir (J. Sianipar)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *